BREAKING

Berita

Pendidikan

Latest Posts

Sabtu, 11 Juni 2016

Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah

imamrofiki.com - Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah - Cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang saat ini banyak digunakan untuk bumbu masakan. Harga komoditas ini di pasaran juga berfluktuasi. Apalagi ketika mendekati hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe langsung meroket sampai 60-100 ribu/kg. Oleh sebab itu banyak orang yang tertarik untuk menanam cabe, baik untuk dijual ataupun hanya sekedar untuk dipakai sendiri. Untuk menanam cabe tentu diperlukan sebuah lahan untuk bercocok tanam. Sayang saat ini di daerah perkotaan tidak banyak tersedia lahan yang bisa dimanfaatkan. Tetapi hal itu bisa disiasati dengan cara menanam cabe di dalam polybag atau pot. Langkah Budidaya Cabe Untuk menanam cabe di dalam pot atau polybag relatif lebih mudah untuk dilakukan. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Tetapi baiknya cabe ditanam pada daerah yang berada pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Sedangkan suhu yang cocok berkisar 24-27oC, tetapi masih bisa bertahan terhadap suhu dibawah itu. Hal itu tergantung pula dengan jenis cabe yang ditanam. Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah Salah satu cabe yang paling cocok untuk ditanam di pekarangan rumah adalah jenis cabe rawit dan cabe keriting. Jenis cabe ini sangat cocok untuk ditanam di iklim tropis dan rasanya pedas juga disukai oleh banyak orang. Berikut kami berikan tutorial cara menanam cabe keriting dalam polybag. Memilih Benih Cabe Untuk mendapatkan cabe berkualitas tentu perlu untuk memilih benih terbaik. Di pasaran banyak sekali tersedia berbagai jenis cabe mulai dari cabe hibrida sampai varietas lokal. Untuk cara penanaman kedua jenis cabe ini relatif sama tetapi khusus cabe hibrida biasanya untuk mendapatkan hasil maksimal harus diberikan obat-obatan tertentu. Jenis cabe hibrida banyak di-import dari Thailand dan Taiwan, sedangkan untuk jenis cabe lokal banyak ditanam di Kudus, Rembang hingga Tanah Karo, Sumatra Utara. Saat ini para petani lebih memilih bibit cabe lokal yang telah diseleksi karena produktivitasnya lebih baik daripada yang tidak diseleksi. Selain itu dari segi teknis cara menanam cabe lokal lebih mudah dibandingkan dengan cabe hibrida. Cuma dari segi produktivitas cabe hibrida lebih unggul dari cabe lokal. Untuk pemula yang baru belajar cara budidaya cabe sebaiknya menggunakan bibit cabe lokal. Proses Penyemaian Bibit Cabe Untuk menanam cabe di dalam polybag atau pot sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih. Proses pertama yang harus dilakukan adalah menyemai bibit dilahan. Hal ini untuk menyeleksi bibit cabe, agar bibit yang tidak bisa tumbuh dengan baik karena cacat atau memiliki penyakit tidak ditanam. Selain itu proses ini bertujuan untuk menunggu agar bibit cabe tumbuh cukup kuat untuk ditanam di tempat yang lebih besar. Untuk lahan tempat menyemai bibit cabe bisa dilakukan di polybag, pot, baki persemaian atau membuat petakan tanah. Untuk saat ini kita akan membahas cara penyemaian bibit pada petakan tanah. Langkah pertama adalah membuat petakan tanah dengan ukuran secukupnya. Buat campuran kompos dan tanah kemudian aduk hingga rata. Butiran tanah diolah dengan sehalus dan segembur mungkin. Tujuannya agar perakaran bisa menembus lahan dengan mudah. Buatlah petakan tanah dengan lebar 5-10 cm, kemudian buat larikan di atasnya dengan jarak 10 cm. Setelah lahan siap, langkah selanjutnya adalah memasukan benih cabe ke larikan dengan jarak 7,5 cm. Setelah itu siram untuk membasahi lahan dan tutup tipis dengan tanah atau kompos. Bila sudah selesai tutup lahan yang telah ditaburi bibit dengan karung goni basah dan biarkan 3 sampai hari. Pertahankan karung goni tetap basah sampai hari ke 4 biasanya bibit cabe sudah mulai muncul di permukaan tanah, kemudian buka karung goni tersebut. (sumber : https://abyspacetion.blogspot.co.id )

Selasa, 17 Juli 2012

Teknologi Penggemukan Sapi dan Pengolahan Limbah

I. PENDAHULUAN Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kawasan tropis agraris yang sangat ideal untuk pengembangan agribisnis sapi karena didukung oleh beberapa factor yang menguntungkan, antara lain : 1. Dukungan Suberdaya Alam : agro-ekosistem didominasi oleh lahan pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang menghijau sepanjang tahun. Potensi limbah tanaman pangan (jerami padi, jerami jagung, jerami kacang – kacangan, pucuk tebu, dll.) dan limbah industri pengolahan biji – bijian (dedak padi, dedak jagung, dedak gandum, bungkil kelapa, bungkil jagung, bungkil kacang, bungkil kelapa sawit, ambas kecap, ampas bir, ampas tahu, dll.) sangat melimpah dan belum dimanfaatkan sepenuhnya. 2. Dukungan sumberdaya ternak : potensi sapi lokal yang sangat adaptif terhadap agroklimak setempat masih dipelihara secara tradisional. Sapi potong unggul (import) untuk memparbaiki mutu genetic sapi lokal perlu dukungan teknologi yang memadai. 3. Dukungan Sumberdaya Manusia : ternak sapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari system usaha tani yang berkait erat dengan kehidupan petani. Hubungan seperti ini tidak lepas dari tujuan petani memelihara sapi yaitu sebagai tabungan, sebagai tenaga pengolah lahan, sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari – hari, untuk biaya punya hajat / upacara adat sebagai sumberpenghasilan 4 – 6 bulanan (penggemukan) serta alasan – alasan lainnya. 4. Dukungan Ketersediaan Teknologi: teknologi untuk mendukung pengembangan agribisnis sapi cukup tersedia, baik untuk pembibitan maupun penggemukan, baik berupa paket teknologi maupun komponen teknologi. 5. Permintaan Pasar: pasar untuk sapi sangat baik, permintaan dari dalam maupun dari luar negeri terus meningkat. Pemotongan ternak yang tercatat selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan peningkatan tajam. 6. Peternakan Rakyat: sifat dari pemeliharaan ternak sapi di Indonesia pada umumnya adalah peternakan rakyat yang bersifat sebagai usaha sambilan. Penerapan teknologi penggemukan tepat guna akan meningkatkan hasil dan pendapatan peternak rakyat ekonomi lemah. 7. Menuju Kemandirian Energi dan Pupuk Organik : kotoran sapi (tinja dan air kencing belum dimanfaatkan sepenuhnya. Tinja dapat diolah menjadi gas bio (gas methan) untuk bahan bakar utama di pedesaan. Tinja dan air kencing dapat diolah menjadi pupuk organic ramah lingkungan. Hal ini dapat mengatasi kecenderungan kelangkaan energy dan pupuk serta kerusakan lingkungan di masa – masa mendatang ( Disamapaikan Oleh : Djarot Harsoyo pada Pelatihan "Mengubah Kotoran Menjadi Emas "

Software

Teknologi

Pertanian

 
Copyright © 2013 IMAM ROFIKI'S BLOG
Design by FBTemplates | BTT